Upah Tukang Bangunan

Upah tukang bangunan – Rumah atau bangunan, jelas tak bisa berdiri sendiri. Ya, agar rumah bisa berdiri maka jelas dibutuhkan teman manusia untuk membuatnya. Tak hanya tenaga fisik saja, tapi diperlukan juga perencanaan yang berdasarkan akal manusia.

Jadi jelas, bahwa ketika Anda ingin membangun rumah atau sebuah bangunan maka Anda membutuhkan tenaga manusia lainnya. Untuk itu, Anda bisa menggunakan jasa tukang bangunan atau buruh bangunan.

Tentunya untuk menggunakan tukang bangunan, maka Anda perlu menyiapkan anggaran untuk membayar para tukang bangunan yang Anda sewa.

Lantas berapakah upah tukang bangunan? Nah, pada ulasan kali ini akan membahas mengenai upah tukang bangunan. Tapi sebelum mencari tahu harga atau upah tukang bangunan, maka Anda perlu tahu dulu tentang sistem upah untuk para tukang bangunan.

Ya, sistem upah tukang bangunan dibagi menjadi dua, ada harian dan borongan. Tentunya keduanya ini memiliki perbedaan. Untuk lebih jelasnya mengenai upah tukang bangunan harian dan borongan, maka Anda bisa simak ulasan berikut ini.

Perbedaan Tukang Bangun Harian dan Borongan

Tentunya ada perbedaan yang ada antara tukang harian dan tukang bangunan borongan. Perbedaan yang paling jelas dan mencolok ini ada di upah masing-masing pekerjaan bangunan tersebut.

Jadi, untuk tukang bangunan harian, maka Anda harus membayar mereka setiap hari setelah mereka selesai melakukan pekerjaan mereka.

Sedangkan untuk tukang bangunan borongan, maka Anda akan membayar mereka sesuai kesepakatan. Jadi, sebelum menyewa tukang bangunan borongan, Anda dan para tukang akan membuat kesepakatan.

Misal dalam seminggu tukang bangunan harus menyelesaikan pekerjaan mereka dan mereka akan dibayar setelah seminggu bekerja kepada Anda dengan total bayar sesuai dengan kesepakatan yang sudah dibuat.

Itu dia perbedaan yang paling jelas dari tukang bangunan harian dan tukang bangunan borongan. Sebanarnya Anda bisa bebas memilih tukang bangunan yang mana saja, baik harian atau borongan.

Tapi jika Anda menggunakan tukang bangunan borongan, maka Anda akan dimudahkan dalam mengatur tenaga kerja. Ya, sebab jika Anda menggunakan jasa tukang harian, jelas hari selanjutnya jika pekerjaan belum selesai maka Anda harus mencari tukang yang baru lagi.

Tapi semua itu bergantung dengan kesepakatan, biasanya ada tukang bangunan yang mau menerima sistem harian dan juga sistem borongan. Jadi, konfirmasi saja kepada tukang bangunan yang akan Anda sewa.

Tukang Bangunan Borongan

Bagi Anda yang akan menggunakan tukang bangunan borongan, maka Anda perlu tahu beberapa hal tentang tukang bangunan borongan. Jadi, dalam sistem kerja tukang bangunan borongan ini, ada dua kategori yang harus Anda ketahui dari tukang bangunan borongan ini.

Pertama ada kategori adalah kategori dimana Anda hanya memberikan upah kerja saja. Jadi, maksudnya adalah Anda hanya perlu memberikan upah kerja atau tenaga saja pada tukang bangunan, dan untuk berbagai meterial atau bahan bangunan, harus Anda siapkan sendiri.

Lalu kedua ada kategori dimana Anda harus membayar tenaga tukang bangunan dan membayar meterial bangunan yang disediakan oleh tukang bangunan borongan yang Anda pilih.

Jadi pada kategori ini, Anda tak usah menyiapkan meterial bangunan sendiri. Ya, tukang bangunan borongan akan menyiapkan semua meterial bangunan yang diperlukan untuk membangun bangunan. Tapi tentunya Anda harus membayar material yang disiapkan oleh tukang bangunan ini.

Tukang bangunan borongan, tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Untuk keuntungan atau keunggulan menggunakan tukang bangunan borongan adalah biaya atau upah cenderung lebih rendah (jika Anda menyiapkan material bangunan sendiri),

sedangkan kelemahannya adalah biasanya tukang bangunan borongan adalah hasil kerjaan mereka. Ya, biasanya tukang bangunan borongan bekerja buru-buru sehingga kualitas kerja mereka cenderung jelek. Jadi, Anda harus teliti dalam memeriksa hasil kerjaan tukang bangunan borongan.

Tukang Bangunan Harian

Nah, ada juga tukang bangunan harian. Bagi Anda yang berminat menggunakan tukang bangunan harian, maka Anda perlu tahu beberapa hal dari tukang bangunan harian ini.

Ada beberapa kelebihan yang dimiliki oleh tukang bangunan harian ini, seperti tukang harian ini jelas tak memiliki waktu menganggur yang lebih banyak, dibandingkan dengan tukang harian borongan.

Tak hanya itu saja, jika Anda kurang puas dengan kinerja tukang bangunan harian, maka Anda bisa memberhentikan mereka kapan saja, dan bisa mencari tukang bangunan harian yang lebih bagus. Tapi tentunya ada kelemahan dari tukang bangunan harian ini.

Kelemahannya adalah tukang bangunan harian ini kurang praktis, sebab Anda tentunya harus menyiapkan meterial bangunan sendiri, dan terkadang Anda juga harus mencari tukang baru jika kinerja tak sesuai harapan Anda.

Belum lagi, jika Anda menemukan oknum tukang bangunan harian yang nakal dan bekerja malas-malasan. Ya, biasanya tukang bangunan harian diupah sesuai dengan jam kerja mereka.

Semakin lama jam kerja mereka, maka Anda harus membayar semakin banyak. Jadi, jangan malas untuk mengawasi pekerjaan tukang bangunan yang Anda pekerjakan.

Bagi Anda yang memang akan membangun rumah atau sebuah bangunan, maka Anda harus paham dulu cara menghitung upah tukang per meter. Hal ini perlu sekali Anda ketahui, agar Anda tak dibohongi oleh tukang bangunan yang nakal. Untuk cara menghitung upah tukang per meter adalah sebagai berikut ini.

Cara Menghitung Upah Tukang Per Meter

Sudah semestinya bagi Anda yang akan menggunakan jasa tukang bangunan, maka Anda wajib tahu cara menghitung upah tukang bangunan.

Ya, dengan mengetahui cara menghitung upah tukang bangunan, tentunya akan Anda akan bisa mengira-ngira berapa banyak uang yang Anda butuhkan untuk membayar para tukang yang Anda gunakan. Tentunya ada cara menghitung upah tukang bangunan. Berikut ini adalah cara menghitung upah tukang bangunan per meter.

Jadi, ada rumus yang perlu Anda ketahui dalam menghitung upah tukang bangunan borongan per meter. Rumus tersebut adalah HBU = H X LB, yang mana artinya adalah  Borongan Upah = Harga upah per m2 x Luas Bangunan. Untuk lebih jelasnya cara menghitung upah tukang bangunan, maka Anda bisa menyimak contoh berikut ini.

Contohkan saja, Anda akan membangun rumah dengan ukuran lantai 8×8 meter. Standar upah di wilayah Anda adalah Rp800.000,00. Lalu berapa upah tukang bangunan borongan yang Anda sewa?

Luas rumah adalah 8 m x 8 m = 64 m². Harga borongan per m² adalah Rp800.000,00. Ingat rumusnya HBU = H x LB. Jadi, HBU nya adalah 64 M² x Rp800.000,00 = 51.200.000. Itulah total biaya yang Anda butuhkan adalah sekitar Rp51.200.000,00.

Tapi perlu Anda ketahui, bahwa harga upah tukang bangunan per meter juga dipengaruhi oleh berbagai hal. Nah, berikut adalah beberapa hal yang memperngaruhi harga upah tukang bangunan.

  1. Lokasi pembangunan tentunya menjadi salah satu hal yang mempengaruhi harga atau upah tukang bangunan. Jadi, upah tukang bangunan di kota besar akan lebih mahal dibandingkan dengan upah di daerah kecil.
  2. Waktu juga merupakan salah satu hal yang mempengaruhi upah tukang. Bisa saja tahun 2020 upah tukang bangunan naik atau lebih mahal dari upah tukang bangunan 2019. Jadi, pastikan untuk mencari informasi upah tukang berdasarkan tahun.
  3. Tingkat kesulitan juga menjadi faktor yang mempengaruhi harga upah tukang . Jika Anda membuat rumah yang rumit, maka biayanya akan lebih mahal dari rumah yang simpel.
  4. Keahlian tukang pun menjadi faktor penentu harga atau upah tukang . Jika Anda menggunakan jasa tukang dengan keahlian yang terampil maka biayanya jelas akan lebih mahal dari tukang yang kurang terampil.

Nah, jasa upah tukang bangunan di setiap daerah jelas berbeda-beda. Berikut adalah beberapa upah tukang bangunan di beberapa daerah yang ada di Indonesia.

Upah Tukang Bangun Borongan dan Harian

Pemerintah Indonesia sebenarnya sudah menetapkan standar upah tukang bangunan harian dan borongan. Maka dari itu, Anda perlu tahu mengenai upah tukang bangunan 2020 standar pemerintah.

Tapi mencari informasi mengenai harga tukang bangunan di berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, Makassar, Semarang, Medan, Palembang, Batam, Pekanbaru, Surabaya, dan Malang memang cukup susah.

Untuk itu kami akan merangkum daftar upah tukang bangunan berdasarkan spesifikasinya. Ini adalan harga rata-rata, jadi bukan harga pasti. Langsung saja disimak.

Upah Tukang Bangun Harian

SpesifikasiSatuanHarga
Tukang KayuOrang/HariRp. 110.000
Tukang BatuOrang/HariRp. 100.000
Tukang GaliOrang/HariRp. 95.000
Tukang Besi BetonOrang/HariRp. 120.000
Tukang Besi ProfilOrang/HariRp. 125.000
Tukang CatOrang/HariRp. 115.000
Tukang LedengOrang/HariRp. 115.000
Tukang ListrikOrang/HariRp. 120.000
Tukang Babat RumputOrang/HariRp157.643
Tukang LasOrang/HariRp166.729
Mandor atau PengawasOrang/HariRp194.274

Upah Tukang Bangun Borongan

SpesifikasiSatuanHarga
PemagaranRp32.500
Pasang Daun JendelaUnitRp92.000
Pasang Kusen JendelaUnitRp98.000
Pasang Daun PintuUnitRp195.000
Pasang Kusen PintuUnitRp175.000
Galian Tanah PondasiRp94.500
Pemasangan BetonRp. 48.500
Pasang BataRp30.000
Pasang TalangRp68.500
Pasang PlafonRp35.000
Pasang AtapRp132.500
Pasang Keramik LantaiRp50.000
Pasang Keramik DindingRp55.000
Pasang Keramik Kamar MandiRp 20.000
Pengecatan DindingRp 110.000
Pasang Closet DudukUnitRp225.000
Pasang Closet JongkokUnitRp145.000
Pasang Wall ShowerUnitRp78.000
Pasang WastafelUnitRp199.000

 

Itu dia beberapa daftar harga atau upah tukang bangunan harian dan borongan. Karena minimnya informasi mengenai upah tukang bangunan harian dan borongan di berbagai daerah,

jadi kami hanya bisa memberikan informasi yang kami dapatkan saja, dan tentunya itu bukan harga pasti dari upah tukang bangunan harian dan borongan, tapi bisa Anda jadikan referensi saja.

Jadi, tak ada salahnya jika Anda langsung menanyakan harga atau upah tukang bangunan kepada para tukang di daerah Anda. Nah, agar Anda mendapatkan tukang bangunan yang profesional maka Anda bisa simak beberapa tips berikut ini.

Tips Agar Mendapatkan Tukang Bangun yang Profesional

Terkadang jika Anda tak teliti dalam mencari tukang bangunan di daerah Anda, maka Anda akan mendapatkan tukang bangunan yang tak profesional atau istilahnya adalah tukang bangunan nakal.

Tentunya Anda tak mau jika mendapat tukang bangunan yang tak profesional. Sebab jika Anda menggunakan jasa tukang bangunan yang tak profesional maka hasil akhir dari rumah Anda tak akan sesuai dengan ekspektasi Anda,

hal tersebut sama artinya Anda membuang uang Anda dengan percuma. Nah, berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda ikuti agar menemukan tukang bangunan yang profesional.

1. Minta Rekomendasi dari Teman

Tips pertama yang bisa Anda lakukan agar menemukan tukang bangunan yang profesional adalah dengan meminta rekomendasi teman, yang pernah menggunakan jasa tukang bangunan.

Ya, tak ada salahnya meminta testi atau review tukang bangunan yang pernah disewa oleh teman atau keluarga Anda. Tentunya teman Anda akan memberikan testi yang jujur.

Nah, testi tersebut bisa Anda jadikan patokan untuk memilih tukang bangunan tersebut. Jika testimoninya bagus maka tak ada salahnya mencoba menggunakan jasa tukang bangunan tersebut.

2. Waktu Pengerjaan

Anda juga perlu tahu kinerja dari tukang bangunan yang akan Anda pilih. Jadi, pastikan tukang bangunan yang akan Anda pilih dapat menyelesaikan pekerjaan dengan waktu yang sudah ditentukan. Maka dari itu tak ada salahnya, Anda menelusuri rekam jejak proyek tukang bangunan tersebut yang pernah diselesaikan.

3. Sistem Perjanjian yang Jelas

Nah, sebelum Anda menggunakan jasa tukang bangunan, maka tentunya Anda harus membuat perjanjian atau kontrak kerja dengan tukang bangunan.

Jadi, pastikan Anda membuat perjanjian kerja dengan jelas, dan saling menguntungkan satu sama lain. Maka dari itu pelajaran kontrak kerja dengan seksama dan benar. Jika tak paham, tak ada salahnya mencoba bertahan kepada tukang bangunan yang akan Anda sewa.

4. Harus Mengetahui Sistem Bayaran Tukang Bangun

Selanjutnya, Anda juga perlu tahu betul tentang sistem bayaran dari tukang bangunan, baik itu sistem bayaran tukang bangunan harian atau pun borongan. Dengan mengetahui sistem bayaran tukang bangunan maka Anda tak akan mudah tertipu.

5. Perhatikan Kualitas Pekerjaan

Anda juga harus selalu memperhatikan pekerjaan tukang bangunan yang Anda sewa. Jika kualitas kerja mereka tak baik, maka tak Anda salahnya Anda coba menegur mereka.

Itulah beberapa cara atau tips yang dapat Anda ikuti agar menemukan tukang bangunan yang profesional. Jangan sampai Anda menggunakan jasa tukang bangunan yang tak profesional untuk membangun rumah Anda.

Berikut ada beberapa ciri-ciri pekerja bangunan yang profesional.

Ciri-ciri Pekerja Bangunan Profesional

Hal ini juga perlu Anda ketahui, agar Anda bisa menggunakan jasa tukang bangunan yang profesional. Berikut adalah beberapa ciri-ciri Tukang bangunan yang profesional.

1. Memiliki Fisik dan Kesehatan yang Bagus

Pekerja bangunan jelas membutuhkan fisik atau tubuh yang sehat. Nah, usia produktif dari tukang bangunan adalah sekitar 25-45 tahun. Di usia tersebut lah seseorang memiliki fisik dan kesehatan yang baik.

2. Tidak Buta Huruf

Meskipun kekuatan fisik menjadi peran nomor satu untuk pekerja bangunan, tapi pekerjaan bangunan yang profesional jelas tak boleh buta huruf. Sebab, kemampuan membaca huruf dan angka tetap diperlukan dalam membuat sebuah bangunan.

3. Mahir Membaca Gambar Kerja

Pekerja tukang bangunan juga berhubungan dalam membaca gambar kerja. Tukang bangunan memang wajib bisa membaca gambar kerja dan menerjemahkan gambar kerja tersebut. Hal ini agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam membuat bangunan yang sesuai.

Itulah beberapa ciri-ciri dari tukang bangunan yang profesional. Selain itu, tukang bangunan yang profesional jelas akan sedikit bicara tapi banyak bekerja.

Leave a Comment